وبلاگ ها

Tingkatkan Mutu Hidup Penderita Kanker dengan Gizi Tepat

Tingkatkan Mutu Hidup Penderita Kanker dengan Gizi Tepat

Terapi selama pengobatan kanker berpotensi memberi imbas pola makan dan status nutrisi penderita kanker. Namun, pemberian gizi pas yakni salah satu kunci untuk meningkatkan kwalitas hidup penderita kanker.

“Malnutrisi pada pasien kanker dapat terjadi selama pengobatan berlangsung,” kata dr. Trevino Aristarkus Pakasi, M.S., Ph. D terhadap media, Kamis 30 Juli 2020.

Saat seminar kesehatan online bertajuk “Understanding Cancer and Beyond” pada Sabtu 25 Juli 2020, staf pendidik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu menjelaskan sindrom kakesia kanker atau malnutrisi pada pasien kanker terjadi sebab gizi diambil sel kanker untuk membelah diri.

Sindrom kakesia kanker ditandai dengan penurunan berat badan, anoreksia, astenia, dan anemia.

Dia mengatakan, sekitar 20 sampai 50 persen pasien kanker mengalami penurunan berat badan sebelum menjalani terapi. Lantas, lebih dari 40 persen pasien kanker mengalami malnutrisi sebelum menjalani terapi.

“Sekitar separo pasien kanker mengalami sindrom kakesia kanker. Pasien dapat kurus kering. Sindrom kakesia kanker, disebabkan anoreksia atau hilangnya kemauan untuk makan,” ujar Medical Expert of AFC itu.

Sementara itu, anoreksia dipicu metabolit kanker, sitoksin, perubahan rasa kecap dan hidu, stres psikis, obstruksi mekanis pada saluran cerna, konstipasi, malabsorbsi, efek samping pemberian terapi radiasi atau kemoterapi, serta hiperkalemia.

SOP100+

Perubahan Metabolisme

Karbohidrat, protein, dan lemak bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien kanker selama menjalani pengobatan. Sayangnya, sel kanker menyerap gizi penting hal yang demikian untuk pertumbuhan kanker itu sendiri.

Dengan demikian, terjadi ketidakmampuan tubuh mengikuti keadaan dengan asupan makanan yang rendah. Oleh karena itu, perlu dicari sistem pas sasaran memberi gizi untuk pasien kanker.

“Perlu adanya protein, karbohidrat, dan lemak yang cukup bagi pasien kanker,” katanya.

Pasien kanker bisa mengalami kerusakan jaringan tubuh yang luas atau stres oksidatif sebab operasi, kemoterapi, ataupun penyinaran

Berangkat dari situasi hal yang demikian, suplemen bernutrisi seperti Salmon Ovary Peptide SOP100+ atau SOP100+ dari Jepang perlu diberikan bagi penderita kanker.

Web afc-stemcell.com memberitakannya, Salmon Ovary Peptide SOP100+ terbuat dari ikan Oncorhynchus Keta Salmon yang mempunyai kandungan bahan aktif yang lebih tinggi dibandingi plasenta manusia ataupun plasenta mamalia. Satu ekor ikan salmon mewujudkan 1 gram plasenta atau sama dengan 10 sachet SOP100+.

Lebih lanjut Founder AFC Life Science Indonesia, Ernest Prayuda, mengatakan SOP100+ sudah diteliti oleh para ahli di AFC Life Science yang berkolaborasi dengan ilmuwan terkemuka Prof. Tadashi Eto, Ph.D.

Founder Marine Placenta, Prof. Tadashi Eto, Ph.D, menjelaskan AFC memakai teknologi terbaru dari Jepang yakni Teknologi Degradasi Biologis Enzim untuk memproduksi Salmon Ovary Peptide SOP100+.

Teknologi hal yang demikian sanggup mewujudkan konsentrat peptide nano size 600 dalton sebagaimana disiarkan afc-stemcell.com. Sehingga, gampang untuk perembesan dan berfungsi optimal dalam tubuh manusia. Suplemen bernutrisi dari AFC itu bahkan menjadi salah satu opsi terapi stemcell.

Suplemen regenerasi sel hal yang demikian ternyata secara klinis sanggup mengganti sel yang rusak. Menurut penelitian selama bertahun-tahun di Jepang Food Research Laboratories (JFRL), ternyata SOP100+ mengandung 18 kali lebih banyak asam amino, kolagen, kondroitin, sulfat, asam hyaluronic, asam nukleat, elastin dibandingi plasenta rusa dan domba.

Dengan kandungan gizi pas, SOP100+ berfungsi meregenerasi sel-sel yang rusak sebab pengobatan kanker. Sehingga, sel-sel tubuh bisa mengkoreksi diri dan mengkoreksi jaringan.

Pasien kanker dapat menerima gizi pas dengan mengonsumsi Salmon Ovary Peptide SOP100+ yang bisa didapat melalui www.afc-stemcell.com.

Trevino menambahkan, kandungan gizi SOP100+ dievaluasi lebih bagus dibandingi asam amino yang ada pada plasenta manusia ataupun rusa. Antioksidan yang ada pada makanan itu berperan menolong pemulihan stres oksidatif pasien kanker.

Padahal demikian itu, pasien kanker konsisten mesti menerima asupan bergizi selama proses pengobatan.

“Perlu diingat, pasien kanker konsisten mesti menerima asupan karbohidrat, protein, dan lemak di samping suplemen bernutrisi pas,” ujarnya.

Dia menegaskan, suplemen diperlukan sebab manusia dikala ini banyak terpapar polusi. Walaupun, sampai sekarang belum ada obat definitif kanker sebab sel yang bermutasi hal yang demikian tak dikenali oleh sistem kekebalan tubuh manusia.

Karenanya dari itu, setiap individu perlu memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan mengonsumsi suplemen.

“Sel yang bermutasi dan menghancurkan sel-sel normal akan membikin sel normal kian sedikit sebab rusak. Dengan efek regenerasi sel, sel akan lahir dan sekalian yang rusak bakal diregenerasi. Termasuk sel yang rusak sebab kemoterapi atau penyinaran,” ujarnya.

Showing 1 result.